Tentang gundah hati

Terlalu banyak yang memenuhi kepala hati saya. Tentang ketidakpercayaan diri. Tentang kecemburuan. Tentang cinta yang belum berujung. Tentang keangkuhan diri yang belum terselesaikan.

Itu yang membuat saya menggila akhir-akhir ini. Saya bahkan tidak bisa membicarakan gundah hati saya pada siapapun. Tidak pada sahabat, saudara. Pun orang tua saya. Yup. Saya hanya bisa menyimpannya di sebelah hati saya. Bukan … bukan di permukaan hati. Tapi jauuuhhh… di bagian dalam hati saya.  Saya harus memastikan tidak ada seorangpun yang akan menemukannya. Kali ini saya tidak bisa menunjukkannya pada siapapun.

Bahwa sesungguhnya tidak ada yang salah dengan perasaan saya. Saya percaya hal itu. Tidak akan pernah ada yang salah tentang perasaan cinta. Tidak pernah ada ikatan yang membuatnya punah. Tidak juga jarak yang membuatnya hilang. Ini hanya masalah angkuhnya hatinya dan hati saya.

Itulah yang membuat saya tidak bisa seenaknya memeluknya saat dia jatuh. Sekedar menepuk punggungnya dan mengatakan, ‘ it’s ok. everything’s gonna be alright’.  Saya tidak bisa membuatkannya segelas teh hangat, saat sakit menyerangnya. Meskipun saya ingiiiin sekali melakukannya. Saya juga tidak punya keberanian untuk menanyakan kabarnya hari ini. Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah makan tepat waktu? *sigh*

Tahukah kau, kadang aku hanya sekedar duduk berdua saja denganmu. Mendengarkan ceritamu. Bercerita tentang hariku. Berbagi mimpi. Atau sekedar mendengarmu bernyanyi..

Bukan sesuatu yang berlebihan bukan? Hope we’ll make it, someday… :)

~ by dhiann on September 9, 2009.

Leave a Reply