Lebaran kali ini …

Mohon maaf lahir dan batin smuanya ..

Smoga kalian  menikmati lebaran kali ini ya … Kalau saya … ummm… lebaran kali ini hampir tidak beda dengan taun kemaren. Masi menerima pertanyaan yang sama. Yes yu rait. That’s ‘when’ question :) . Saya masi suka menghabiskan waktu saya di rumah untuk makan, tidur, nge-game, makan lagi, tidur lagi hehehe. Ah ya … saya juga masi males ke rumah mbah,  ke rumah Mino hanya gara2 males ditanyain. Ya … ya itu memang tindakan yang sangat kekanakan. Saya hanya ngga siap menjawabnya. That’s all.

Saya juga masi melakukan rutinitas reunian dengan temen kampus. Gosippp dan ngobrol yang ujung2nya ga jelas. And i really luv enjoying time with u, gals :P .

Yang berbeda taun ini, saya bertemu temen SD yang uda tahunan ga ktemu. Kami terakhir ktemu selepas SD. Ngobrol ngalor ngidul. Menceritakan betapa culunnya kami saat itu. Terutama saya dengan kacamata kuda, yang lengkap mereka peragakan gerakan saya. Tentu saja  insiden ‘kelas dua’ juga ikut diceritakan. Bahkan guru saya juga masi ingat ketika saya, karena insiden ituh. I bet they’ll remember it  ’till the rest of their life hahaha. Waktu tiga jam masi kurang untuk bercerita tentang betapa berbedanya kami ketika sudah beranjak dewasa.

Saat salah seorang pulang, obrolan saya masi berlanjut. Meluncurlah tentang cerita trauma seorang teman saat SD. Seorang teman perempuan iseng dijodohin dengan cowok yang kami anggap kala itu paling pintar di kelas. Ntah knapa, cowo itu secara spontan bilang nggak mau dan sempat mengucap alasannya si cewek menjijikkan.  Banyak yang menganggap hal itu masi wajar dan menganggapnya guyonan. Tapi ternyata itu sangat membekas dalam pikiran teman perempuan saya. Dia menganggap menjjikkan adalah barang yang sudah dibuang di tempat sampah. Belasan taun dia menganggap dirinya menjijikkan, lebih jelek dari si buruk rupa. Sampai dia memutuskan untuk tidak berhubungan dengan lelaki manapun….     *sigh*

Belakangan dia memberanikan diri mengatakan pada temen cowok itu.  Tentu saja si cowok tidak menyangka kata-katanya akan membuat temen perempuan saya se-trauma itu. Setelah itu temen perempuan kami mulai membuka diri. Pffiuhh, thanks God….

Tiba-tiba saya tersadar satu hal … it happens to me in different way …

Apa yang saya alami saat kecil, membuat beberapa sifat saya saat ini. Saya tau, saya tidak bisa menyalahkan keadaan itu. It already happened. Hanya sayalah yang membuatnya berubah.  Hey … skali lagi Tuhan selalu punya cara untuk mengingatkan saya tentang sesuatu. Alhamdulillah ..  :)

~ by dhiann on September 27, 2009.

Leave a Reply